Banyak pemilik bisnis yang sudah mengeluarkan anggaran untuk membuat website, tapi setelah beberapa bulan live hasilnya mengecewakan. Pengunjung sedikit, tidak ada yang menghubungi, dan website terasa tidak berguna. Padahal websitenya sudah terlihat bagus secara visual.
Masalahnya hampir selalu bukan di tampilannya. Ada 7 penyebab paling umum yang membuat website bisnis sepi pengunjung, dan semuanya bisa diperbaiki.
Penyebab 1: Website Belum Didaftarkan ke Google
Banyak orang mengira website otomatis muncul di Google begitu selesai dibuat. Kenyataannya tidak. Google perlu "menemukan" website kamu terlebih dahulu melalui proses yang disebut crawling dan indexing.
Langkah paling dasar yang wajib dilakukan: daftarkan website kamu ke Google Search Console dan submit sitemap. Proses ini gratis dan bisa dilakukan sendiri. Tanpa ini, Google mungkin membutuhkan berbulan-bulan bahkan tidak pernah menemukan website kamu.
Penyebab 2: Tidak Ada Konten yang Dicari Orang
Website yang hanya berisi halaman statis seperti "Tentang Kami" dan "Layanan" sulit untuk mendatangkan pengunjung baru dari Google. Google bekerja dengan mencocokkan pertanyaan pengguna dengan konten yang relevan di website.
Kalau website kamu tidak memiliki konten yang menjawab pertanyaan yang sering dicari calon pelanggan, tidak ada alasan bagi Google untuk menampilkan website kamu di hasil pencarian. Blog atau artikel yang relevan adalah solusi jangka panjang yang paling efektif untuk masalah ini.
Penyebab 3: Website Terlalu Lambat
Google secara eksplisit menggunakan kecepatan loading sebagai salah satu faktor penilaian. Website yang butuh waktu lebih dari 3 detik untuk dimuat akan mendapat nilai lebih rendah di hasil pencarian, dan pengunjung yang berhasil masuk pun cenderung langsung pergi sebelum halaman selesai dimuat.
Penyebab website lambat yang paling umum: gambar berukuran terlalu besar, hosting yang terlalu murah, atau kode yang tidak dioptimalkan. Kamu bisa cek kecepatan website kamu secara gratis di Google PageSpeed Insights.
Penyebab 4: Tidak Menarget Keyword yang Tepat
Ini salah satu kesalahan yang paling sering terjadi. Website menggunakan kata-kata yang terasa keren secara bisnis tapi bukan kata yang diketik orang di Google.
Contohnya: kamu menyebut layanan kamu "solusi digital terpadu" tapi calon pelanggan mengetik "jasa buat website murah Jogja" di Google. Keduanya bicara tentang hal yang sama, tapi hanya satu yang dicari orang.
Riset keyword sederhana bisa dilakukan gratis dengan Google Keyword Planner atau cukup dengan mengetik di Google dan melihat saran yang muncul secara otomatis di kotak pencarian.
Penyebab 5: Tidak Ada Backlink dari Website Lain
Google menganggap website yang direferensikan oleh website lain sebagai website yang lebih terpercaya. Ini disebut backlink. Website baru yang belum punya backlink sama sekali akan jauh lebih sulit muncul di halaman pertama Google dibandingkan website yang sudah punya banyak referensi dari sumber lain.
Cara membangun backlink secara organik: daftarkan bisnis kamu di Google Business Profile, direktori bisnis lokal, atau minta klien yang puas untuk menulis review dan menyebut website kamu. Ini butuh waktu tapi hasilnya bertahan lama.
Penyebab 6: Website Tidak Ramah di Perangkat Mobile
Lebih dari 60% pencarian di Google dilakukan lewat smartphone. Google pun sekarang menggunakan versi mobile website sebagai standar penilaian utama, bukan versi desktop.
Kalau website kamu tampilannya berantakan di layar kecil, teks terlalu kecil untuk dibaca, atau tombol terlalu mepet untuk ditekan dengan jari, Google akan memberikan nilai yang lebih rendah dan pengunjung mobile akan langsung meninggalkan website kamu.
Penyebab 7: Tidak Ada Upaya Promosi di Luar SEO
SEO adalah strategi jangka panjang yang butuh waktu 3 sampai 6 bulan untuk mulai memberikan hasil yang terasa. Banyak pemilik bisnis yang membuat website, tidak melakukan promosi aktif, dan menyimpulkan website mereka tidak berguna padahal masalahnya bukan di website.
Sambil menunggu SEO bekerja, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mendatangkan pengunjung lebih cepat: bagikan link website di bio Instagram, cantumkan di kartu nama dan brosur, kirim ke grup WhatsApp komunitas bisnis, atau jalankan iklan Google Ads atau Meta Ads meski dengan budget kecil.
Mana yang Harus Diperbaiki Duluan?
Kalau kamu baru menyadari beberapa masalah di atas, mulai dari yang paling mendasar: pastikan website sudah terdaftar di Google Search Console dan pastikan tampilannya bagus di smartphone. Dua hal ini adalah fondasi yang harus ada sebelum mengoptimalkan hal lainnya.
Setelah itu, fokus pada konten. Satu artikel blog yang menjawab pertanyaan spesifik calon pelanggan kamu bisa mendatangkan pengunjung yang jauh lebih berkualitas dibandingkan iklan berbayar dengan budget yang sama.
Kalau kamu butuh bantuan mengaudit website yang sudah ada atau mendiskusikan strategi untuk meningkatkan traffic, tim Stefra siap membantu. Konsultasi pertama gratis.