Sayangnya, industri jasa pembuatan website tidak bebas dari oknum yang tidak profesional. Ada yang menghilang setelah menerima DP, ada yang hasil kerjanya jauh dari yang dijanjikan, ada yang mengklaim portofolio yang bukan miliknya.
Artikel ini memberikan 9 hal konkret yang bisa kamu cek untuk membedakan jasa website yang profesional dari yang bermasalah, sebelum kamu menyerahkan uang atau kepercayaan kamu.
1. Cek Portofolio Secara Langsung, Bukan Hanya Screenshot
Screenshot bisa diedit atau diambil dari template yang dijual bebas. Minta URL website yang benar-benar sudah live dan bisa diakses. Buka website tersebut, cek apakah benar-benar berfungsi, dan perhatikan apakah kualitasnya konsisten dengan yang ditampilkan di screenshot.
Kalau jasa tersebut tidak bisa memberikan URL website yang sudah live, itu tanda peringatan yang serius.
2. Hubungi Klien Sebelumnya Jika Memungkinkan
Jasa yang profesional biasanya senang dihubungkan dengan klien sebelumnya sebagai referensi. Tanyakan langsung kepada klien tersebut: apakah prosesnya sesuai yang dijanjikan? Apakah ada masalah yang tidak diselesaikan? Apakah mereka akan memakai jasa yang sama lagi?
3. Perhatikan Kualitas Komunikasi di Awal
Cara mereka berkomunikasi sebelum ada deal mencerminkan cara mereka bekerja selama proyek. Apakah mereka responsif? Apakah mereka mengajukan pertanyaan yang relevan tentang bisnis kamu? Atau mereka langsung menyodorkan harga tanpa benar-benar memahami kebutuhan kamu?
Jasa yang baik akan meluangkan waktu untuk memahami tujuan bisnis kamu sebelum memberikan penawaran.
4. Minta Penawaran Tertulis yang Rinci
Penawaran harus mencantumkan dengan jelas: apa yang termasuk dan apa yang tidak, berapa lama pengerjaannya, berapa banyak revisi yang diizinkan, apakah domain dan hosting termasuk, dan apa yang terjadi kalau ada keterlambatan dari pihak mereka.
Kalau penawaran hanya berupa angka tanpa rincian, jangan lanjutkan.
5. Tanyakan Siapa yang Benar-Benar Mengerjakan
Beberapa jasa menerima proyek lalu menyerahkannya ke freelancer lain tanpa transparansi. Ini tidak selalu buruk, tapi kamu berhak tahu siapa yang mengerjakan website kamu dan apa pengalaman mereka.
6. Cek Keaktifan Media Sosial atau Website Mereka Sendiri
Apakah jasa tersebut punya kehadiran online yang aktif dan konsisten? Apakah website mereka sendiri terlihat profesional? Jasa website yang tidak menjaga kehadiran digitalnya sendiri adalah tanda yang perlu diperhatikan.
7. Perhatikan Struktur Pembayaran
Pembayaran yang wajar biasanya dibagi dalam beberapa tahap: sebagian di awal, sebagian di tengah proyek, dan sisanya saat selesai. Waspadalah jika diminta bayar penuh di awal sebelum pekerjaan dimulai, terutama untuk jasa yang belum kamu kenal.
8. Pastikan Ada Kontrak atau Surat Perjanjian
Kontrak bukan tanda ketidakpercayaan, kontrak adalah perlindungan untuk kedua belah pihak. Kontrak yang baik mencantumkan scope pekerjaan, timeline, biaya, ketentuan revisi, dan hak kepemilikan atas website yang selesai dibuat.
Jasa yang enggan membuat kontrak atau menganggap kontrak tidak perlu adalah tanda bahaya.
9. Tanyakan Apa yang Terjadi Setelah Selesai
Website butuh pemeliharaan. Tanyakan: siapa yang mengelola hosting dan domain? Apa yang terjadi kalau ada bug setelah website live? Apakah ada garansi atau periode pemeliharaan? Apakah kamu bisa mengedit konten sendiri setelah selesai?
Jasa yang profesional akan punya jawaban yang jelas untuk semua pertanyaan ini.
Kesimpulan
Memilih jasa website yang tepat butuh sedikit waktu dan riset, tapi investasi waktu itu jauh lebih kecil dari kerugian yang mungkin terjadi kalau kamu salah pilih. Gunakan 9 poin di atas sebagai checklist saat kamu mengevaluasi calon jasa website kamu.
Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana proses kerja kami di Stefra, kami dengan terbuka mendiskusikannya. Transparansi adalah nilai yang kami pegang sejak awal.